Estafet Pengabdian Berlanjut: Usai Garut dan Tasikmalaya, STAI Al Musdariyah Tancapkan Panji KKN di Kertawangi Bandung Barat

BANDUNG BARAT, 15 Januari 2026 – Roda pengabdian Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Musdariyah Kota Cimahi terus bergerak dinamis menyisir wilayah Jawa Barat. Setelah sukses melepas gelombang pertama peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke wilayah Priangan Timur—yakni di Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut—pada awal pekan ini, STAI Al Musdariyah kini memperluas jangkauan misi akademisnya ke wilayah barat.

Hari ini, estafet semangat “Integrasi Nilai Islam Modern dan Kearifan Lokal” resmi diteruskan di Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Penerjunan ini menandai lengkapnya sebaran mahasiswa STAI Al Musdariyah yang bergerak serentak dari pelosok desa agraris hingga kawasan wisata penyangga ibu kota provinsi.

Formasi Lengkap Pimpinan Kampus

Keseriusan STAI Al Musdariyah dalam mengawal program KKN tahun ini terlihat dari komposisi pejabat yang turun langsung ke lapangan. Acara serah terima di Aula Desa Kertawangi dihadiri oleh delegasi pimpinan yang strategis.

Hadir secara khusus, Acep Saprulloh, S.Hum., M.M.Pd., yang memegang peran vital ganda sebagai Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) sekaligus Sekretaris pada Kepanitiaan BP-KKN T.A. 2025-2026. Kehadiran Acep Saprulloh memberikan jaminan bahwa pelaksanaan KKN ini tidak hanya kuat secara program, tetapi juga tertib secara administratif dan legalitas kelembagaan.

Dalam sambutannya, Acep Saprulloh menekankan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan panitia.

“Sebagai Sekretaris Panitia dan Kepala BAAK, saya memastikan bahwa seluruh mahasiswa yang diterjunkan hari ini telah memenuhi syarat administratif dan akademik. Kehadiran kami di sini untuk memastikan estafet pengabdian dari Garut dan Tasikmalaya berlanjut dengan standar mutu yang sama di Bandung Barat. Jaga nama baik almamater melalui tertib administrasi dan tertib sosial,” tegas Acep di hadapan mahasiswa dan aparat desa.

Sinergi Akademik dan Riset

Mendampingi Acep, hadir pula Irma Nurlatifah, M.Pd., yang juga mengemban amanah strategis sebagai Kepala Biro Skripsi sekaligus Koordinator Bidang Kegiatan. Irma memperkuat narasi bahwa KKN di Kertawangi adalah momentum emas untuk integrasi riset.

“Kami tidak ingin ada dikotomi antara pengabdian dan penelitian. Rekan-rekan mahasiswa didukung penuh oleh Biro Skripsi untuk menjadikan dinamika sosial di Kertawangi sebagai basis data tugas akhir. Temukan masalah, tawarkan solusi, dan tuliskan. Ini adalah bentuk efisiensi akademik yang produktif,” ujar Irma memberikan motivasi.

Sambutan Hangat Aparat Desa

Kedatangan rombongan disambut dengan antusiasme tinggi oleh perwakilan aparat pemerintahan Desa Kertawangi beserta tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutan penerimaannya, pihak pemerintah desa mengapresiasi langkah STAI Al Musdariyah yang memilih desa mereka sebagai mitra strategis.

Aparat desa berharap sinergi antara mahasiswa yang membawa pemikiran akademis modern dan warga desa yang memegang teguh kearifan lokal dapat menghasilkan inovasi baru, terutama dalam pengembangan potensi wisata dan pemberdayaan ekonomi umat di kawasan Cisarua.

Pengawalan Taktis Dosen Pembimbing

Guna memastikan penerjemahan visi pimpinan tersebut ke dalam aksi nyata di lapangan, mahasiswa didampingi oleh dua Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) handal, yakni Asmanah, M.Pd. dan Elis Ela Susila, M.M.Pd.

Keduanya berbagi peran dalam pembimbingan; Asmanah, M.Pd. fokus pada pendekatan pedagogik dan sosial-budaya untuk memastikan mahasiswa mampu berbaur (“Nyunda”), sementara Elis Ela Susila, M.M.Pd. fokus pada aspek manajemen organisasi agar program kerja mahasiswa berjalan efektif dan akuntabel (“Nyakola”).

Menjahit Misi dari Timur ke Barat

Dengan resminya penerjunan mahasiswa di Kertawangi yang dikawal langsung oleh Sekretaris Panitia/Ka. BAAK dan Koordinator Kegiatan/Ka. Biro Skripsi ini, maka STAI Al Musdariyah telah memancangkan tonggak pengabdian yang kokoh di tiga kabupaten sekaligus (Tasikmalaya, Garut, Bandung Barat).

Ratusan mahasiswa kini bergerak serentak di bawah satu komando tema: “Mewujudkan Masyarakat Madani Melalui Pengabdian Berbasis Nyantri, Nyunda, dan Nyakola,” membawa harapan baru bagi kemajuan desa-desa di Jawa Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Sekolah Lainnya

Pengumuman

Seleksi Calon Mahasiswa Penerima...

Prestasi

Lomba Lari
Lomba Melukis

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman